Siasat Hitam Rokok HD: Diduga Antara Pita Cukai Asli, Palsu, dan Jaringan Bayangan di Batam

Avatar photo

Daulatkepri.com] Dari balik gudang sepi di kawasan hinterland Batam, aroma tembakau bercampur dengan rahasia besar. Rokok bermerek HD kini menjadi sorotan karena beredar dalam dua rupa: sebagian menggunakan pita cukai, sebagian tanpa pita sama sekali.Selasa [11/11/25].

Jalur distribusinya meluas. Dari Batam, hingga ke pelosok Papua, produk ini muncul dengan pola yang sama  sebagian bercukai, sebagian polos. Modus ini diduga digunakan untuk menyamarkan peredaran ilegal di tengah pengawasan Bea Cukai yang longgar.

“Campurannya sengaja dibuat agar terlihat normal. Kalau ada razia, yang ditunjukkan hanya yang bercukai,”

sumber lapangan,Pola “legal-ilegal” seperti ini disebut sebagai strategi klasik mafia cukai, di mana produk resmi dijadikan perisai untuk menutupi aliran barang gelap.

Pita Cukai: Asli atau Palsu?

Pertanyaan utama kini mengemuka: apakah pita cukai pada rokok HD benar-benar asli, atau hasil rekayasa?

Sumber di lingkungan Bea Cukai menyebutkan, ada kemungkinan sebagian pita itu dicetak ulang di luar sistem resmi pemerintah.

“Secara kasat mata sulit dibedakan. Kualitasnya hampir sama. Tapi kode produksinya tidak terdaftar di sistem pusat,”
ujar seorang pejabat di Kementerian Keuangan yang enggan disebutkan namanya.

Jika benar pita tersebut palsu, maka kasus ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan pemalsuan dokumen negara  tindak pidana berat dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.

Namun, hingga kini belum ada langkah hukum nyata yang menyentuh pemain di balik rokok HD.

Akim dan Bobie: Nama Lama di Bisnis Gelap Tembakau

Dalam penelusuran tim investigasi, muncul dua nama yang berulang kali disebut di lapangan: Akim alias Asri, dan anaknya, Bobie Jayanto.

Keduanya dikenal sebagai pengusaha lama di Batam yang menguasai jaringan distribusi tembakau dan rokok lokal.

Sumber menyebut, Akim mengendalikan produksi dan perizinan, sementara Bobie mengatur distribusi ke berbagai daerah.

“Mereka bukan pemain baru. Sudah lama bergerak di bawah radar. Jalur mereka rapi dan terhubung ke pelabuhan-pelabuhan tikus,” kata seorang sumber di kawasan Batu Ampar.

Gudang penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman disebut dilakukan secara bergilir untuk menghindari deteksi.

Barang dikirim melalui jalur laut kecil ke berbagai pulau, kemudian diteruskan lewat pengiriman darat dengan identitas barang yang diubah.

Bisnis yang Tak Tersentuh

Meski berbagai laporan soal dugaan pelanggaran cukai HD telah beredar, nama Akim dan Bobie nyaris tak pernah tersentuh aparat.

Beberapa kali muncul isu operasi gabungan, namun hasilnya selalu “tak ditemukan pelanggaran signifikan”.

Di balik itu, muncul cerita tentang pembungkaman dan tekanan terhadap pihak yang mencoba membongkar kasus ini.

“Begitu berita tentang HD naik, selalu ada yang menelepon. Ada yang minta dihapus, ada yang datang ke kantor,”

kata seorang redaktur media lokal di Batam yang meminta namanya dirahasiakan.

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: Apakah hukum benar-benar berani menembus lapisan kekuatan ekonomi dan politik di balik bisnis rokok ini?

Kerugian Negara: Cukai yang Hilang, Kepercayaan yang Runtuh

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai lebih dari Rp5 triliun per tahun.

Jika dugaan terhadap rokok HD benar, maka angkanya bisa jauh lebih besar, mengingat luasnya jaringan distribusi dari barat hingga timur Indonesia.

Pakar fiskal Universitas Maritim Raja Ali Haji, Dr. Iwan Setiawan, menilai praktik ini menunjukkan kegagalan sistem pengawasan fiskal.

“Begitu pita cukai palsu bisa lolos ke pasar, artinya ada kebocoran serius di hulu. Negara rugi dua kali: pendapatan hilang, dan kredibilitas hukum jatuh,” ujarnya.

Bayangan Gelap di Balik Asap Tembakau

Hingga kini, pihak Bea Cukai Batam belum memberikan klarifikasi resmi.
Namun, sejumlah sumber internal mengonfirmasi adanya pemantauan intensif terhadap peredaran rokok HD.

Sayangnya, belum ada tindakan nyata atau proses hukum yang diumumkan ke publik.

Sementara itu, di lapangan, distribusi rokok HD justru makin meluas.

Harga jualnya stabil, pasarnya tumbuh, dan aparat seolah kehilangan jejak.

“Kalau tidak ada keberanian dari pusat, kasus ini akan hilang seperti biasa. Ada tangan kuat di baliknya,”
ujar seorang Tokoh Kepri .

Ujian bagi Negara

Kisah rokok HD bukan sekadar perkara tembakau atau cukai.

Ia adalah potret permainan ekonomi bayangan yang menembus dinding hukum dan moral negara.

Selama aktor utamanya belum tersentuh, asap tembakau itu akan terus menyamarkan kebenaran.

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi pemerintah dan aparat penegak hukum:
Apakah keberanian menegakkan keadilan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *